Beberapa waktu yang lalu aku mengajak anakku Fattan untuk dipangkas rambutnya. Tempat pangkas tiadak jauh dari rumah. Kota tempat ku tinggal tiadk mempunyai tempat pangkas khusus anak-anak, yang ada hanya tempat pengkas orang dewasa yang kemudia memasang papan ganjelan di kursi pangskas supaya anak-anak bisa duduk dan tukang pangkas dapa memangkas rambut anak-anak dengan leluasa.
Tentu saja kita tidak bisa berharap banyak pada tempat pangkas seperti itu. Kita hanya berharap cemas semoga rambut anak tidak dipotong dengan jelek oleh tukang2 pangkas itu. Ketika memasuki toko tempat pangkas tersebut kita harus pandai memilih tungkas pangkas yang kira2 bagus potongannya. Setiap tukang pangkas tidak mempunyai keahlian yang sama, maklum sepertinya mereka adalah tukang pangkas otodidak dan musiman. Kadang memang ada yang tetap menjadi tukang pangkass sehingga menjaddi mahir. nah ornag2 inilah yang harus kita pilih sebgai tukang pangkas.
Tapi kadang2 kita tidak punya pilihan ketika disambut oleh tukang pangkas lain, namun kita bisa menolak dan menuggu tukang pagkas favorit tadi. Setelah menerima tukang pangkas dan duduk di kursi pangkas mereka akan bertanya mau dipotong model apa. Kita harus hati2 dalam menjawab pertanyaan ini, walalupun di dinding ada foto model2 rambut belum tentu mereka mampu untuk memotong dengan model dalam gambar di dinding tersebut. Kita hanya bisa mengatakan di potong pendek atau di potong rapi, dan kadang parlu mnambah catatan supaya jangan dipotong terlalu pendek.
Jreng…setelah dipkangkas ternyata rambut anakku dipangkas pende sekali. hampir plontos mlah. wkwkwkk….laen kali bilangnya potong diki aja pak.. kasi rapi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar